Artificial Intelligence dan Industri Ritel

Original article can be found here (source): Artificial Intelligence on Medium

Artificial Intelligence dan Industri Ritel

Majunya perkembangan teknologi membuat khususnya ritel online seperti Amazon, Walmart, Shopee dan Tokopedia menjadi tantangan untuk pebisnis ritel tradisional. Untuk meningkatkan daya saing para pebisnis ritel tradisional, yang menggunakan metode penjualan offline, dapat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan pelayanan. Bisnis retail seperti Starbucks juga menggunakan AI untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berbelanja produk mereka.

Banyak perusahaan saat ini berinvestasi kepada AI agar tetap dapat bertahan di tengah banyaknya toko ritel online yang menjamur. Diprediksikan anggaran perusahaan ritel secara global terhadap teknologi AI akan meningkat 7,3 miliar pada tahun 2022. Teknologi AI dalam industri ritel banyak digunakan untuk pencarian produk, mesin rekomendasi untuk produk, dan data science.

Berkaca dari pentingnya AI dalam industri ritel, sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana peranan AI di industri ini.

Layanan Pelanggan yang Lebih Baik

AI memiliki kemampuan untuk merevolusi industri ritel dengan membuat pengalaman belanja di web lebih mudah. AI memasarkan dan merekomendasikan produk kepada pelanggan berdasarkan histori belanja sebelumnya dan kebiasaan mereka dalam mencari produk. Pebisnis ritel sadar bahwa layanan pelanggan yang baik adalah hal yang sangat vital untuk menentukan kesuksesan bisnis. Untuk itulah, sangat penting bagi pebisnis ritel memiliki layanan pelanggan yang efektif dan AI menjadi jawaban untuk permasalahan tersebut.

Toko offline juga banyak terbantu dengan adanya AI. Mungkin di kemudian hari ketika kita mengunjungi toko kita malah bertemu dengan robot bukannya dengan tenaga penjualan. Pelanggan dapat bertanya apapun kepada robot tanpa harus merasa sungkan. Sebagai contoh ketika seseorang ingin mencari produk sabun cuci muka, orang tersebut dapat bertanya kepada robot tentang produk sabun cuci muka apa yang sesuai dengan tipe kulit orang tersebut dan menghemat banyak waktu. Sehingga, pelanggan tetap dapat merasakan pengalaman interaktif dengan pelayanan yang cepat.

Memonitor Harga MAP

Minimum Advertised Price (MAP) adalah harga paling murah yang ditentukan oleh pebisnis ritel untuk produk mereka. Produk yang dijual dibawah harga MAP dapat berimbas buruk pada bisnis. Hal itu juga dapat menurunkan citra merk dagang di mata pelanggan. Oleh karena itu, sangat penting untuk melacak penjual yang melanggar ketentuan harga MAP. Perusahaan analisis ritel, Intelligence Node, menggunakan AI untuk membantu penjualan merek dagang online untuk mencegah terjadinya kecurangan terhadap harga MAP. Teknologi tersebut melacak dan memonitor merek secara realtime dan pemilik merek dagang akan menerima laporan terkait pedagang yang melakukan kecurangan lalu memutuskan langkah apa yang diambil untuk menghadapi mereka.

Akumulasi Data Lebih Baik

AI dapat membantu perusahaan ritel untuk melakukan akumulasi data lebih baik dan memanajamen data pelanggan yang sangat besar. Melalui data tersebut AI dapat membuat kesimpulan dan menciptakan pengalaman berbelanja bagi pelanggan yang dapat diatur dengan mudah. Ketika sebuah perusahaan memiliki data pelanggan, hal ini membantu meningkatkan rasa keterikatan pelanggan karena produk tersebut direkomendasikan berdasarkan minat mereka. Selain itu para pebisnis ritel juga dapat memprediksikan seberapa baik performa produk mereka di pasaran berdasakan histori yang telah ada. Hal ini membuat mereka dapat menentukan strategi penjualan produk yang lebih baik.

Marketing Campaign yang Tepat Sasaran

Dengan menggunakan AI, pebisnis ritel dapat melakukan marketing campaign yang tepat sasaran dengan mengatur iklan spesifik berdasarkan wilayah, preferensi, dan kebiasaan pembelian, sehingga conversion rate iklan dapat meningkat drastis. Para pebisnis dapat meningkatkan conversion rate mereka dari 2 hingg 3 persen dengan menciptakan iklan berdasarkan minat pelanggan. Marketing yang tepat sasaran dapat meningkatkan kesetiaan dan retensi pelanggan. Retensi pelanggan sangatlah penting dikarenakan 80 persen profit yang akan datang terdiri dari 20 persen pelanggan yang sudah ada.

Virtual Trial Rooms

Virtual Trial Rooms dapat menjadi kenyataan dengan bantuan AI. Mencoba beberapa pakaian ketika kita memilih di toko kadang melelahkan dan memakan waktu dan kadang tidak memungkinkan untuk mencoba semuanya. Virtual trial rooms dilengkapi dengan cermin digital dan membantu pelanggan untuk dapat mencoba pakaian yang berbeda tanpa harus memakainya secara langsung. Pelanggan dapat mencoba pakaian dengan tampilan layar sentuh yang interaktif. Perusahaan kosmetik juga dapat diuntungkan dari adanya virtua trial rooms karena pelanggan dapat melihat bagaimana produk tersebut jika dipakaikan kepada mereka tanpa harus mencobanya secara langsung.

Asisten Digital

LoweBot milik perusahaan Lowe adalah salah satu contoh bagaimana robot dapat meningkatkan layanan pelanggan. Robot tersebut dapat membantu pelanggan untuk mencari produk yang mereka inginkan dan menyediakan rekomendasi produk lainnya. Pelanggan juga dapat mengetahui letak produk yang dicari dan robot tersebut juga dapat melakukan pencatatan produk yang tersisa.

Beberapa contoh di atas hanyalah sedikit dari gambaran tentang bagaimana AI mentransformasi industri ritel. Oleh karena itu, sangat penting untuk industri ritel di Indonesia untuk segera menerapkan AI dalam bisnis mereka agar tetap dapat bersaing di tengah kemajuan tren industri ritel saat ini.