Fakta mengerikan di balik media sosial

Original article was published by Maulana Imam Malik on Artificial Intelligence on Medium


Fakta mengerikan di balik media sosial

/the social dilemma

/the social dilemma

Film dokumenter yang di sutradarai oleh Jeff Orlowski dan di tulis oleh Orlowski, Davis Coombe, dan Vickie Curtis. Menceritakan pandangan para mantan pegawai perusahaan teknologi raksasa akan sisi gelap media sosial dan dampaknya bagi masyarakat. Seperti Facebook, Google, YouTube, Twitter, Instagram, hingga Pinterest. Kita tidak akan melupakan fakta bahwa beberapa platform di atas sudah menciptakan banyak hal-hal positif, tetapi kita juga tidak akan lupa bahwa kekacauan di dunia saat ini di akibatkan oleh media sosial. Meningkatnya angka bunuh diri, cyberbullying, menyebarnya berita hoaks, merupakan sebagian contoh dari dampak negatif media sosial.

Dampak Cyberbullying kepada korban

Menurut survei data yang di peroleh UNICEF terhadap satu juta remaja, lebih dari 70 persen remaja di seluruh dunia menjadi korban cyberbullying, yang mana akan memungkinkan meningkatnya angka bunuh diri. Berita hoaks yang beredar juga dapat memberikan dampak negatif yang cukup besar, seperti perang antar saudara, rasa cemas, stress yang di timbulkan akibat berita hoaks. Perusahaan teknologi tidak perduli dengan itu, mereka hanya perduli dengan bagaimana cara menghasilkan uang dari aktifitas kita di media sosial.

Lalu bagaimana perusahaan teknologi raksasa menghasilkan uang tanpa meminta penggunanya untuk mengeluarkan uang dalam memakai produk mereka?

“Jika kau tidak membayar produknya, berarti kaulah produknya,” — Aza Raskin.

Di jual nya data pengguna

Ya, pengguna akan menjadi produk mereka. Mereka saling berkompetisi untuk menarik perhatian para penggunanya dan menjualnya kepada pengiklan dengan cara memata-matai para penggunanya. Apa yang kita lihat, berapa lama kita melihat nya, video yang kita tonton, semua sudah di pantau, dan mereka juga dapat mengetahui kondisi psikis para penggunanya, entah itu sedih, bahagia, marah dan mereka juga dapat mengetahui apakah penggunanya termasuk golongan introvert atau ekstrovert. Notifikasi dan feed yang muncul juga, semua sudah di perhitungkan berdasarkan aktifitas yang kita lakukan di media sosial.

Artificial Intelligence (A.I)

Itu semua di lakukan berkat bantuan A.I. Kecerdasan buatan yang di buat untuk memonitoring dan memberikan rekomendasi feed untuk di lihat berdasarkan aktifitas para penggunanya di media sosial, dengan tujuan agar si pengguna mengalami kecanduan terhadap gadget dan menghasilkan uang untuk mereka.

“There are only two industries that call their ‘customers’ : illegal drugs and software “ — Edward Tufte

Statement di atas mengindikasikan bahwa kecanduan terhadap gadget kurang lebih sama dengan kecanduan terhadap narkoba. Di sini peran orang tua di perlukan untuk memantau aktifitas anaknya.

Kesimpulan

Film the social dilemma merupakan film dokumenter yang berisi ajakan kepada penonton agar menjadi pengguna yang cerdas dengan tidak kecanduan terhadap teknologi guna mengurangi tindakan cyberbullying dan menyebarnya berita hoaks. Dengan adanya film ini, di harapkan agar penonton khususnya remaja menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang lebih berproduktif.