Mendeteksi Wajah dan Emosi Manusia dengan Artificial Intelligence

Source: Artificial Intelligence on Medium

Mendeteksi Wajah dan Emosi Manusia dengan Artificial Intelligence

Pernah kah Anda membayangkan ketika ingin presensi di kantor tanpa harus finger print? Atau Anda malas mengantre untuk check in di hotel? Atau ketika pulang ke rumah dalam keadaan bad mood lalu tiba-tiba smart speaker memutarkan lagu-lagu santai yang dapat membuat kalian menjadi lebih relax? Dan misalnya Anda sedang belanja di sebuah toko lalu ada robot yang mendekati Anda dan ketika dia melihat wajah Anda cemberut dia akan mengatakan kata-kata penyemangat untuk Anda?

Teknologi face recognition dan emotion recognition dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.

Face recognition atau deteksi wajah merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dapat mengidentifikasi wajah manusia dalam gambar digital baik berupa foto maupun video. Teknologi deteksi wajah dapat digunakan di dalam bidang yang beragam — termasuk di dalamnya industri keamanan, biometrik, penegakan hukum, dan hiburan — untuk menyediakan layanan pengawasan dan kenyamanan pelanggan secara real time.

Melalui fitur deteksi wajah dengan kecerdasan buatan ini juga dapat diidentifikasi nama, umur, jenis kelamin dan emosi yang dilihat dari ekspresi wajah. Deteksi wajah mampu memetakan wajah individu secara matematis dan menyimpan data tersebut sebagai faceprint. Face print dapat dihasilkan dari data deteksi wajah yang diambil dari foto dan video yang kemudian di jadikan algoritma. Ketika suatu wajah teridentifikasi maka data wajah tersebut akan dibandingkan dengan face print untuk menentukan apakah ada di dalam pusat data atau tidak.

Selain deteksi wajah, ada juga emotion recognition atau kecerdasan buatan untuk mendeteksi emosi. Manusia menggunakan berbagai macam komunikasi non-verbal salah satunya ekspresi wajah untuk mengkomunikasikan emosi mereka. Lalu bagaimana deteksi emosi diproses?

Setelah identifikasi wajah diproses secara real time melalui foto atau video, algoritma komputer akan menandai titik-titik yang berubah di wajah ketika terjadi perubahan ekspresi dan mengklasifikasikannya ke dalam berbagai macam ekspresi wajah. Kombinasi dari ekspresi wajah ini yang kemudian dipetakan sebagai emosi.

Widya Indonesia telah mengembangkan kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi emosi layaknya manusia dan dapat mendeteksi 6 metrik emosi: happy, angry, sad, disgust, surprise, dan netral.